Ketika mendengar kata espresso, kita mungkin langsung membayangkan secangkir kopi kecil dengan rasa yang intens dan lapisan crema di permukaannya.
Namun, tahukah kamu bahwa espresso bukan jenis biji kopi?
Espresso adalah hasil dari metode penyeduhan menggunakan air panas yang dialirkan melalui kopi yang telah digiling dan dipadatkan dengan tekanan. Karena itu, istilah espresso roast bukan berarti ada jenis biji kopi bernama espresso, melainkan profil roasting yang dirancang untuk menghasilkan karakter tertentu ketika kopi digunakan untuk espresso.
Lalu, kenapa disebut espresso dan bagaimana sejarahnya?
Espresso Berawal dari Keinginan Membuat Kopi Lebih Cepat
Sejarah espresso tidak bisa dipisahkan dari Italia pada akhir abad ke-19.
Pada masa itu, kedai kopi semakin berkembang dan jumlah pelanggan meningkat. Proses penyeduhan kopi yang membutuhkan waktu kemudian mendorong para penemu untuk mencari cara agar kopi dapat dibuat dan disajikan dengan lebih cepat.
Salah satu tokoh penting dalam perkembangan ini adalah Angelo Moriondo dari Turin, Italia.
Pada 1884, Moriondo memperoleh paten untuk salah satu rancangan awal mesin kopi yang menggunakan kombinasi air dan uap untuk mempercepat proses penyeduhan. Mesin ini belum seperti mesin espresso modern, tetapi menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah perkembangan teknologi espresso.

Luigi Bezzera dan Desiderio Pavoni
Perkembangan berikutnya datang dari Luigi Bezzera.
Pada awal abad ke-20, Bezzera mengembangkan teknologi yang memungkinkan kopi dibuat secara lebih individual. Beberapa elemen yang kemudian menjadi bagian penting mesin espresso, seperti portafilter dan sistem brew group, mulai berkembang pada periode ini.
Pada 1903, Desiderio Pavoni membeli paten Bezzera dan kemudian mengembangkan serta memasarkan teknologi tersebut secara lebih luas.
Pada Milan Fair 1906, teknologi mesin kopi mereka diperkenalkan kepada publik. Perkembangan inilah yang semakin mendekatkan teknologi tersebut dengan bentuk espresso yang kita kenal sekarang.
Namun, mesin pada masa itu masih menggunakan tekanan uap dan menghasilkan karakter kopi yang berbeda dari espresso modern.
Dari Steam ke Tekanan yang Lebih Tinggi
Perubahan besar terjadi ketika Achille Gaggia mengembangkan sistem yang menggunakan tekanan air untuk mengekstraksi kopi.
Pada akhir 1930-an, Gaggia mengembangkan teknologi lever dan piston yang memungkinkan air panas ditekan melalui kopi dengan tekanan lebih tinggi.
Teknologi ini menjadi salah satu tonggak penting dalam perkembangan espresso modern dan juga menghasilkan karakteristik yang kemudian sangat identik dengan espresso: crema.
Crema adalah lapisan berwarna keemasan yang terbentuk di permukaan espresso.
Namun, perlu diingat bahwa crema saja tidak menentukan kualitas espresso. Rasa dan kualitas ekstraksi juga dipengaruhi oleh jenis kopi, tingkat roasting, ukuran gilingan, dosis, temperatur, tekanan, dan waktu ekstraksi.
Faema E61 dan Espresso Modern
Perjalanan espresso kemudian terus berkembang.
Pada 1961, Faema memperkenalkan E61, salah satu mesin yang sangat berpengaruh dalam perkembangan mesin espresso modern.
Salah satu inovasi pentingnya adalah penggunaan pompa untuk menghasilkan tekanan ekstraksi, sehingga proses penyeduhan tidak lagi sepenuhnya bergantung pada tenaga manual seperti pada mesin lever.
Perkembangan teknologi seperti ini kemudian menjadi dasar bagi berbagai mesin espresso modern yang digunakan hingga saat ini.
Jadi, Apa Sebenarnya Espresso?

Dari perjalanan sejarah tersebut, kita bisa memahami satu hal penting:
Espresso bukan jenis biji kopi. Espresso adalah metode penyeduhan.
Dalam prosesnya, air panas dialirkan melalui kopi yang telah digiling dan dipadatkan dengan tekanan. Hasilnya adalah minuman dengan volume relatif kecil dan konsentrasi rasa yang tinggi.
Karena itu, satu jenis biji kopi dapat digunakan untuk espresso maupun metode seduh lainnya.
Karakter espresso akan dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari:
- Jenis dan asal biji kopi
- Tingkat roasting
- Ukuran gilingan
- Dosis kopi
- Temperatur air
- Tekanan
- Waktu ekstraksi
Jadi, espresso bukan sekadar “kopi yang pekat”. Ia merupakan hasil dari kombinasi kopi, air, tekanan, waktu, mesin, dan teknik ekstraksi.
Kenapa Disebut Espresso?
Istilah espresso berasal dari bahasa Italia dan memiliki sejarah penggunaan yang berkaitan erat dengan cara kopi dibuat dan disajikan.
Karena itu, menjelaskan espresso hanya sebagai “pressed out” atau kopi yang ditekan sebenarnya terlalu sederhana.
Yang lebih penting adalah memahami konteksnya: perkembangan espresso sangat erat dengan kebutuhan untuk membuat kopi secara cepat, individual, dan menggunakan tekanan.
Dari kebutuhan tersebut, teknologi espresso terus berkembang hingga menjadi bagian penting dari budaya kopi Italia dan kemudian menyebar ke seluruh dunia.
Espresso di Era Modern
Saat ini, espresso tidak hanya dapat ditemukan di kedai kopi.
Perkembangan teknologi membuat pengalaman menikmati kopi semakin mudah dilakukan di rumah, kantor, hotel, maupun berbagai ruang bisnis.
Salah satunya melalui sistem kopi kapsul, di mana kopi telah dikemas dalam dosis tertentu dan digunakan bersama mesin yang kompatibel.
Cofea menghadirkan sistem kopi kapsul dengan berbagai pilihan mesin dan kapsul kopi Indonesia, sehingga pengalaman menikmati kopi dapat menjadi lebih praktis tanpa menghilangkan karakter kopi yang ingin dinikmati.

Perjalanan espresso dimulai dari sebuah kebutuhan sederhana: bagaimana menyajikan kopi dengan lebih cepat?
Dari Moriondo, Bezzera, Pavoni, Gaggia, hingga perkembangan mesin modern, teknologi espresso terus mengalami perubahan.
Namun satu hal tetap sama: tujuannya adalah menghadirkan pengalaman menikmati kopi yang semakin baik.
Jadi, ketika menikmati secangkir espresso berikutnya, ingatlah bahwa kopi kecil tersebut menyimpan lebih dari satu abad sejarah inovasi, teknologi, dan budaya kopi.
Ingin mengenal lebih jauh tentang dunia kopi? Jelajahi Coffee Knowledge dan temukan berbagai cerita menarik lainnya bersama Cofea.














